Perkembangan Sektor Basis dan Non Basis di Provinsi Kalimantan Selatan

##plugins.themes.bootstrap3.article.main##

Dessy Maulina M. Rusmin Nuryadin

Abstrak

Pertumbuhan ekonomi dapat didorong dengan peningkatan Produk Domestik Regional Bruto ( PDRB ) suatu wilayah dengan melihat sektor-sektor mana yang menjadi sektor basis atau bukan basis.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sektor basis dan non basis pada 13 kabupaten/kota di kalimatan selatan.Analisis dilakukan dengan metode kuantitatif dengan menggunakan teknik analisis indeks LQ (Loqationt Quetient) dengan menggunakan data sekunder yaitu data PDRB Kabupaten/Kota DI Kalimantan Selatan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor pertanian untuk beberapa wilayah masih menjadi sektor basis Bahwa sektor basis maupun bukan basis di setiap kabupaten/kota di Kalimantan Selatan dapat dilihat dari LQ > 1. Maka sektor tersebut dapat di katakan unggul dan apabila nilai LQ < 1 maka sektor – sektor yang ada pada kabupaten/kota diKalimantan Selatan tidak unggul atau tidak dominan.

##plugins.themes.bootstrap3.article.details##

Bagian
Artikel

Referensi

Arsyad, L. (1997). Ekonomi Pembangunan. STIE YKPN.
Arsyad, L. (2015). Ekonomi Pembangunan dan Pembangunan Ekonomi. In Ekonomi Pembangunan Berkelanjutan (Vol. 05, Issue 01).
Ladjin, Litriani, Sahamony, Kusumaningrum, Maulina, Siregar, Hubbansyah, Solikin, Silitonga, Soeyatno, Asyari, Sinaga, A. (2022). Ekonomi Pembangunan (R. Kusumaningrunm (ed.)). Bhakti Persada.
R. Jumiyanti, K. (2018). Analisis Location Quotient dalam Penentuan Sektor Basis dan Non Basis di Kabupaten Gorontalo. Gorontalo Development Review, 1(1), 29. https://doi.org/10.32662/golder.v1i1.112
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. In Alfabeta. Penerbit Alfabeta. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004
Susuanto, G., & Zairin, M. (2020). Analisis Pengembangan Sektor Unggulan di Kabupaten Bogor (Studi Kasus dengan Data PDRB Kabupaten Bogor Tahun 2013-2017. Jurismata, 2(1), 37–48.